Thursday, February 23, 2017

Sistem Penanaman Padi JAJAR LEGOWO

Indonesia adalah negara agraris yang mayoritas penduduknya adalah petani, akan tetapi kenyataan yang terjadi sangat ironis Indonesia masih mengimpor bahan makanan dari luar negeri. Dahulu sejarah mencatat Indonesia mampu swasembada pangan, tapi sayangnya hanya berlangsung beberapa saat saja. Hingga saat ini untuk beberapa jenis bahan makanan kita masih menggantungkan nasib dengan negara lain.

Beberapa jenis bahan makanan yang masih diimpor antara lain beras, daging sapi, gula dan lain sebagainya. Untuk menghindari impor beras pemerintah telah melakukan berbagai upaya untuk meningkatkan produksipadi nasional. Telah banyak upaya yang dilakukan pemerintah dalam hal ini Departemen Pertanian melalui Badan Pengembangan dan Penelitian untuk mencapai target program P2BN (Peningkatan Produksi Beras Nasional).

Upaya – upaya tersebut antara lain melakukan penelitian untuk mendapatkan benih padi unggul, upaya peningkatan teknologi budidaya serta penerapan sistem tanam jajar legowo.
Sistem jajar legowo merupakan sistem tanam yang baik dan benar yang direkomendasikan pemerintah untuk diterapkan oleh petani. Sistem ini bertujuan untuk meningkatkan jumlah produksi padi nasional serta meningkatkan kualitas gabah yang dihasilkan.

Apa yang dimaksud dengan jajar legowo ?

Teman – teman petani pasti sudah akrab dengan istilah “Jajar Legowo terutama petani padi. Teman-teman petani yang berada di sentra-sentra padi di Indonesia sudah sejak lama mengaplikasikan sistem jajar legowo dalam budidaya padi. Namun tidak tertutup kemungkinan masih banyak juga yang belum paham dan belum tahu apa itu jajar legowo.

Secara umum pengertian “Jajar Legowo” adalah suatu sistem penanaman padi dengan cara mengatur jarak tanam. Penerapan sistem jajar legowo bertujuan untuk meningkatkan hasil produksi padi. Penanaman padi dengan sistem jajar legowo telah terbukti mampu meningkatkan hasil padi dibandingkan dengan penggunaan sistem tradisional. Sistem pola tanam jajar legowo pertamakali diperkenalkan pada tahun 1996 oleh seorang pejabat dinas pertanian Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah.

Dalam perkembangannya sistem tanam jajar legowo kemudian ditindak lajuti oleh Departemen Pertanian. Sebelum diperkenalkan secara luas ke masyarakat, Departemen Pertanian melakukan pengkajian dan penelitian untuk melihat seberapa efektif sistem ini dalam meningkatkan hasil produksi padi. Setelah melalui pengkajian yang panjang dan terbukti mampu meningkatkan produksi padi, sistem ini mulai diperkenalkan dan menjadi rekomendasi untuk diterapkan oleh seluruh petani padi di Indonesia.

Sistem Jajar Legowo Bisa Meningkatkan Produksi Padi ?

Pada prinsipnya penerapan sistem tanam jajar legowo adalah mamanipulasi lahan yang ada dengan cara mengatur jarak tanam agar mampu menampung populasi tanaman lebih banyak dengan tanaman efek pinggir yang lebih banyak.

Pada sistem ini jarak tanam diatur sedemikian rupa sehingga dalam satu petak lahan pertanaman akan memiliki beberapa barisan kosong dengan jarak yang lebih lebar daripada jarak antar barisan tanaman.

Dengan kata lain sistem jajar legowo adalah cara menanam padi dengan pola beberapa barisan tanaman yang diselingi satu barisan kosong. Tanaman yang seharusnya ditanam pada barisan yang kosong dipindahkan sebagai tanaman sisipan di dalam barisan. Metode tanam seperti ini adalah salah satu rekomendasi paket Pengelolaan Tanaman Terpadu (PTT).

Coba perhatikan ketika anda melihat tanaman padi disawah, apakah ada perbedaan antara tanaman pinggir dengan tanaman yang ada ditengah? Jika dilihat sebelum tanaman berbuah perbedaan itu akan sulit terlihat, tetapi perbedaan itu akan jelas terlihat ketika padi sudah merunduk dan mulai menguning.

Tanaman yang berada dibarisan pinggir jauh lebih baik daripada tanaman yang ada dibarisan tengah, baik dari segi pertumbuhannya maupun tingkat produktifitasnya. Perbedaan ini disebabkan karena tanaman yang berada dibarisan pinggir memiliki ruang tumbuh yang lebih leluasa dan lebih banyak mendapatkan sinar matahari.

Dengan adanya barisan kosong pada sistem jajar legowo pertanaman padi memiliki tanaman pinggir yang lebih banyak sehingga kuantitas dan kualitas gabah jauh lebih tinggi.


Manfaat dan Keuntungan Sistem Jajar Legowo

Apa saja manfaat dan keuntungan sistem tanam jajar legowo? Pola menanam padi dengan sistem jajar legowo yang direkomendasikan oleh Departemen Pertanian RI memiliki manfaat dan keuntungan bagi petani padi.

Keuntungan dan manfaat tersebut bisa diperoleh dari beberapa aspek seperti penambahan jumlah populasi, kemudahan perawatan, menekan populasi hama, menghemat biaya pemupukan, serta meningkatkan kualitas dan kuantitas produksi gabah. Berikut beberapa manfaat dan keuntungan penerapan sistem jajar legowo ;

a). Jumlah Populsai Tanaman Meningkat
Dengan sistem tanam jajar legowo jumlah populasi tanaman padi bisa ditingkatkan dan diharapkan jumlah produksi gabah juga akan meningkat.

b). Memudahkan Perawatan & Pemeliharaan
Pertanaman padi dengan sistem jajar legowo memiliki banyak baris kosong sehingga dapat mempermudah dalam melakukan perawatan dan pemeliharaan tanaman. Pemupukan, pengontrolan dan penyemprotan bisa dilakukan memalui barisan kosong tersebut sehingga tanaman tidak terganggu.

c). Menekan Serangan Hama dan Penyakit
Dengan adanya barisan kosong pada lahan pertanaman, lingkungan relatif lebih terbuka sehingga beberapa hama terutama tikus tidak menyukai tempat tersebut. Sistem jajar legowo juga dapat mengurangi kelembaban sehingga perkembangan penyakit bisa ditekan.

d). Hemat Biaya Pemupukan
Penerapan sistem jajar legowo diharapkan dapat menekan serta menghemat penggunaan pupuk, karena pemupukan lebih terkonsentrasi pada tanaman dalam barisan.

e). Meningkatkan Produksi dan Kualitas Gabah
Penerapan sistem jajar legowo memiliki jumlah tanaman pinggir yang lebih banyak. Seperti kita ketahui bahwa tanaman pinggir memiliki kualitas pertumbuhan dan jumlah produksi yang lebih baik. Tanaman yang berada pada barisan pinggir memiliki ruang tumbuh lebih leluasa serta mendapatkan intensitas sinar matahari lebih banyak, intensitas sinar matahari mempengaruhi kualitas dan kuantitas produksi padi. Dengan semakin banyaknya tanaman efek pinggir kualitas dan produksi gabah dapat meningkat.
 

Tipe Sistem Tanam Jajar Legowo

Dalam prakteknya ada beberapa jenis atau tipe sistem tanam jajar legowo yang biasa digunakan oleh petani padi, antara lain legowo 2 : 1, legowo 3 : 1, legowo 4 : 1, legowo 5 : 1, legowo 6 : 1 dan legowo 7 : 1.
Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) sistem tanam jajar legowo 4 : 1 adalah tipe terbaik untuk meningkatkan jumlah produksi gabah. Sedangkan untuk menghasilkan gabah yang berkualitas atau gabah untuk kebutuhan benih disarankan untuk menggunakan tipe legowo 2 : 1.

a). Legowo 2 : 1 adalah tipe jajar legowo dimana setiap dua baris tanaman diselingi oleh satu barisan kosong. Jarak tanam tipe legowo 2 : 1 adalah 20 cm x 10 cm x 40 cm (jarak antar barisan, jarak antar tanaman/barisan pinggir, jarak barisan kosong). Tipe ini akan menghasilkan gabah berkualitas sehingga banyak digunakan untuk memproduksi benih padi.

b). Legowo 3 : 1 adalah tipe jajar legowo dimana setiap tiga baris tanaman diselingi oleh satu barisan kosong. Tipe ini memiliki 2 baris tanaman pinggir dan 1 baris tanaman tengah. Jarak tanam adalah 20 cm (antar barisan dan jarak antar tanaman pada barisan tengah) x 10 cm (antar tanaman pinggir) x 40 cm (jarak barisan kosong).

c). Legowo 4 : 1 adalah tipe jajar legowo dimana setiap empat baris tanaman diselingi oleh satu barisan kosong. Tipe ini memiliki 2 baris tanaman pinggir dan 2 baris tanaman tengah. Jarak tanam adalah 20 cm (antar barisan dan jarak antar tanaman pada barisan tengah) x 10 cm (antar tanaman pinggir) x 40 cm (jarak barisan kosong).

Jarak tanam sistem jajar legowo bisa dimodifikasi sesuai dengan kondisi lahan serta varietas yang digunakan. Atau dengan mempertimbangkan tingkat kesuburan lahan yang akan ditanami, untuk lahan yang subur jarak tanam bisa lebih lebar dan untuk lahan yang kurang subur jarak tanam bisa dikurangi.

Jarak tanam juga disesuaikan dengan jenis atau varietas padi yang digunakan, misalnya untuk tanaman padi yang memiliki tipe penampilannya lebat dan tinggi jarak tanam agak diperlebar, begitupun sebaliknya untuk varietas padi yang kurang lebat jarak tanam dikurangi.

Teknologi Jajar Legowo Super adalah :

1. Varietas Unggul Baru potensi hasil tinggi yang untuk lahan sawah irigasi direkomendasikan Varietas Inpari 30 Ciherang Sub 1, Inpari 32 HDB, dan Inpari 33.
2. Biodekomposer yang diberikan bersamaan pada saat pengolahan tanah (pembajakan ke dua).
3. Pupuk Hayati diaplikasikan melalui seed treatment dan pemupukan berimbang berdasarkan Perangkat Uji Tanah Sawah (PUTS).
4. Pengendalian Organisme Pengganggu Tanaman (OPT) menggunakan pestisida nabati dan pestisida anorganik berdasarkan ambang kendali.
5. Alat dan mesin pertanian, khususnya untuk tanam (Jarwo Transplanter) dan panen (Combine Harvester).

Keunggulan Jajar Legowo Super adalah :

1. Pemberian Biodekomposer pada saat pengolahan tanah kedua mampu mempercepat pengomposan jerami.
2. Pemberian Pupuk Hayati sebagai seed treatment dapat menghasilkan fitohormon (pemacu tumbuh tanaman), penambat nitrogen dan pelarut fosfat serta peningkatan kesuburan dan kesehatan tanah.
3. Pestisida nabati efektif dalam pengendalian hama tanaman padi seperti wereng batang cokelat.
4. Penggunaan alat mesin pertanian untuk penghematan biaya tenaga kerja serta pengurangan kehilangan hasil panen.

Semoga Bermanfaat. @Andumberkah

Informasi & Konsultasi : SMS / WA 081233198971

Belanja BIOBOOST Online

Join Distributor BIOBOOST

Sunday, February 19, 2017

BELANDA coba Tanam Cabai di BANYUWANGI

Banyuwangi (beritajatim.com)  -

Keseriusan pihak Belanda akan mengembangkan tanaman cabai di Banyuwangi terlihat dari kedatangan Executive Director Indonesian Benelux Chamber of Commerce, Peter A. Halm.

Ia menganggap, Banyuwangi memiliki beberapa kebaikan dan potensi pertanian yang unggul.

"Ini mengapa kami bekerja sama dengan Kadin Indonesia ingin mengembang industri pertanian di sini. Kami juga siap mentransfer ilmu dan teknologi di sini," kata Peter A. Halm, Jum'at (17/2/2017).

Sejalan dengan Halm, Ketua Komite Tetap Holtikultura Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin), Karen Tambayong, mengatakan, pihak Belanda bakal mengembangkan cabai unggulan.

Mengapa kami memilih Banyuwangi? Karena kami melihat pertanian di sini sangat maju. Maka dengan menggandeng Kadin dari Belanda, kami ingin menanam bibit unggulan yang telah dikembangkan menggunakan teknologi pertanian Belanda di Banyuwangi," ujar Karen.

Nantinya, kata Karen, prosesnya akan dilakukan berdasarkan teknologi pertanian modern. Ini juga dilihat dari basis hitungan matematika, ilmu pangan, kimia pangan, mikrobiologi pangan, fisika pangan, dan pengolahan pangan.

"Banyuwangi tempat yang cocok untuk investasi, karena semua sudah siap. Mulai dari infrastruktur, lahan masih tersedia," ungkapnya.

Sementara itu, Kabupaten Banyuwangi terus memantapkan diri sebagai sentra produksi cabai nasional. Ditambah, dengan upaya pengembangan pertanian bersama pihak Belanda akan membuat sektor ini akan lebih baik didukung dengan teknologi yang baik pula.

Alhamdulillah, hari ini kami bertemu perwakilan Benelux Chamber of Commerce, teman-teman Kadin Belanda, yang didampingi Komite Tetap Hortikultura Kadin (Kamar Dagang dan Industri) Indonesia. Kami bahas pengembangan cabai di wilayah utara Banyuwangi, tepatnya di Kecamatan Wongsorejo. Lahannya sudah disiapkan, ada ratusan hektare,” ujar Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas seusai pertemuan di Banyuwangi.

Anas menambahkan, dengan adanya pengembangan budidaya cabai melibatkan Belanda, Pemkab Banyuwangi berharap dibangun juga aspek hilirnya. Artinya, hasil cabai akan langsung diolah yang bisa memberi nilai tambah ke petani dan pelaku usaha.

Saya berharap hilirisasi di sana juga, jadi di wilayah utara itu nanti basisnya agroindustri. Kan untuk kawasan industri di sana sudah susah karena permasalahan lahan dan kami menyerap aspirasi publik. Jawabannya agar ekonomi tetap bergerak adalah industri berbasis pertanian atau agroindustri yang bernafaskan pemberdayaan petani,” papar Anas.

Anas optimistis, sinergi dengan Belanda ini akan semakin mengukuhkan posisi Banyuwangi sebagai sentra cabai nasional.

Jadi di wilayah Banyuwangi utara yang relatif kering kan selama ini sudah kita kembangkan cabai dengan sistem irigasi hemat air, dan itu berhasil cukup bagus. Dengan teknologi Belanda ini akan semakin baik lagi,” jelasnya.

Di Banyuwangi, luas lahan yang digunakan untuk produksi cabai terus meningkat. Pada 2010, luas lahan cabai 1.003 hektar, meningkat menjadi 1.254 hektar pada 2015. Demikian pula luas lahan cabai kecil meningkat dari 2.298 hektar menjadi 2.970 hektar.

Dari sisi produksi, pada 2010, produksi cabai baru berkisar 5.997 ton, lalu melonjak 144 persen pada 2015 menjadi 14.684 ton. Adapun produksi cabai kecil stabil di kisaran 21.000 ton. ”Produktivitas cabai Banyuwangi termasuk yang tertinggi di Indonesia,” pungkas Anas. (rin/ted).


Semoga Bermanfaat. @Andumberkah

Pesan: Marilah kita memulai memanfaatkan Teknologi Modern dengan Bioteknologi Hayati BIOBOOST produk Asli Indonesia Formulasi Jerman.

Perbedaan PROBIOTIK dan PREBIOTIK Peternakan

Akhir-akhir ini kita sering mendengar manfaat besar PROBIOTIK untuk peternakan ayam, sapi, domba dan lainnya dan saat ini cukup banyak produk-produk PROBIOTIK yang beredar di pasar obat ternak Indonesia. Namun, di tengah maraknya pemberitaan mengenai manfaat besar PROBIOTIK kita juga mendengar ada produk yang mencantumkan  kandungan PREBIOTIK. Hampir mirip namanya yaitu PROBIOTIK dan PREBIOTIK, namun apa keduanya sama? Jika keduanya berbeda maka yang manakah yang lebih baik untuk diberikan pada ternak? Untuk lebih lengkapnya pada artikel berikut akan sedikit saya saya bahas mengenai keduanya. Sebelum memulai maka saya ingin menegaskan bahwa tidak ada maksud saya untuk menjelekkan atau menggunggulkan salah satu produk produk (PROBIOTIK dan PREBIOTIK).

A. PROBIOTIK

Secara sederhana PROBIOTIK dapat diartikan sebagai mikroorganisme (mahluk hidup kecil) yang berguna dan jika dikatakan bahwa sebuah makanan atau minuma mengandung PROBIOTIK maka artinya makanan atau minuman tersebut mengandung mikroorganisme-mikroorganisme yang diharapkan saat masuk ke dalam tubuh akan dapat berguna dan meningkatkan kesehatan tubuh. Konsep mengenai manfaat PROBIOTIK ini sudah dikenal sejak 2000 tahun yang lalu oleh Seorang Ilmuwan Rusia bernama Ilya Metchnikoff berhasil membuktikannya secara ilmiah pada awal abad ke-19.

Metchnikoff mendapatkan, bahwa bangsa Bulgaria yang mempunyai kebiasaan mengonsumsi yogurt (susu fermentasi) tetap sehat walaupun usia sudah lanjut. Kemudian dia meneliti Susu fermentasi tersebut dan diketahui mengandung bakteri asam laktat (Lactobacillus Bulgaricus Sp) yang mampu meningkatkan kerja enzim galaktosidase yang memudahkan pencernaan laktosa dalam usus.
 
PROBIOTIK TERBAIK

Tertarik dengan hal ini maka banyak perusahaan memproduksi PROBIOTIK untuk meningkatkan kesehatan manusia maupun ternak, akan tetapi hal tersebut tidaklah semudah yang dibayangkan karena untuk mendapatkan hasil yang baik maka PROBIOTIK yang berada pada makanan/minuman tersebut harus tetap dalam keadaan hidup hingga mencapai pernukaan/ mukosa usus. Padahal, banyak sekali penghalang PROBIOTIK agar bisa tetap hidup sampai ke usus, diantaranya adalah asam lambung dan garam empedu yang dapat membunuh mikroorganisme-mikroorganisme pada PROBIOTIK. Selain itu, penyimpanan PROBIOTIK harus pada keadaan yang sesuai jika tidak maka PROBIOTIK bisa mati sebelum masuk ke dalam usus.

B. PREBIOTIK

Walaupun hampir sama namanya namun PROBIOTIK dan PREBIOTIK berbeda.  PREBIOTIK bukanlah mahluk hidup yang dapat mati. Secara sederhana PREBIOTIK dapat diartikan sebagai makanan bagi PROBIOTIK yang secala alami memang hidup di saluran pencernaan.

PREBIOTIK merupakan komponen pangan yang  tidak dapat dicerna oleh pencernaan (nondigestible food ingredient) yang mempunyai pengaruh baik terhadap inang (host/Ternak) dengan memicu aktivitas, pertumbuhan yang selektif  terhadap bakteri baik dalam saluran pencernaan.

Sebenarnya PREBIOTIK sudah terdapat dalam tanaman seperti pada umbi dahlia, bawang merah, bawang putih, asparagus, kedelai, ubi jalar, dan juga pada susu. Namun itu bukan berarti dengan hanya mengkonsumsi bahan-bahan tersebut maka kebutuhan  PREBIOTIK dapat tercukupi. Alasannya kadar PREBIOTIK nya biasanya sangat rendah dan bervariasi tergantung varietasnya. Alasan lainnya adalah karena jumlahnya sangat kecil, maka glukosa dan fruktosa dari bahan-bahan tadi sangat mudah diserap usus sehingga PREBIOTIK nya ikutan habis sebelum mencapai usus besar. Padalah di usus besar itu terjadi penyerapan nutrisi yang dibantu mikroba, tidak seperti pemahaman masa lalu yang mengira usus besar hanya berisi sampah yang siap dibuang.

PREBIOTIK yang banyak dikenal dan digunakan adalah oligosakarida kedelai (yang terdiri atas rafinosa dan stakiosa), frukto-oligosakarida (disebut juga oligofruktosa), Inulin, Laktulosa dan Laktosukrosa. Inulin dan oligofruktosa memiliki fungsi penting sebagai penyeimbang fungsi gastrointestinal (menyeimbangkan mikroflora kolon) dan modulasi hormonal.

Umumnya semua PREBIOTIK yang disebutkan dapat meningkatkan pertumbuhan bifidobacterium, bakteri bermanfaat. Apabila dikonsumsi dengan dosis yang tepat dan cara yang benar, maka PREBIOTIK dapat mempunyai fungsi melebihi fungsi PROBIOTIK.

Berikut ini adalah 6 hal yang membedakan PROBIOTIK dengan PREBIOTIK.
PROBIOTIK
PREBIOTIK
PROBIOTIK dapat mati sebelum masuk ke dalam usus sehingga tidak dapat memberikan manfaat

PREBIOTIK adalah benda mati yang merupakan makanan bagi mikroorganisme baik dalam saluran pencernaan.
PROBIOTIK mengusir mikroorganisme jahat dari usus secara langsung dengan cara mendominasi perebutan nutrisi di tempat itu.

PREBIOTIK mengusir dengan cara menciptakan kondisi keasaman tertentu yang tidak disukai oleh mikroorganisme jahat.
PROBIOTIK terkandung dalam makanan atau minuman yang difermentasi.
PREBIOTIK diambil dari serat alami yang terdapat pada 36.000 jenis tumbuh-tumbuhan

PROBIOTIK kadang berisi  mikroorganisme asing yang sengaja ditambahkan ke usus untuk membantu sistem pencernaan namun terkadang tidak cocok dengan kondisi usus.

PREBIOTIK hanya memberi makan pada mikroorganisme yang secara alami sudah ada di usus.
PROBIOTIK merupakan mikroorganisme hidup yang diminum untuk menjaga keseimbangan sistem pencernaan di usus.

PREBIOTIK merupakan sejenis serat khusus yang bisa menjadi makanan bagi mikroorganisme di dalam usus
Minuman PROBIOTIK harus disimpan pada kondisi penyimpanan, suhu dan tingkat keasaman tertentu agar mikroorganisme di dalamnya tidak mati.

PREBIOTIK tidak membutuhkan perlakuan demikian karena tidak mudah mengalami kerusakan.

Setelah mengetahui perbedaan PROBIOTIK dan PREBIOTIK maka  anda dapat memilih produk dengan lebih bijak dan lebih teliti, bukan hanya berdasarkan informasi dari produsen namun juga ditunjang dengan pengetahuan anda mengenai produk yang anda beli. Dan jika saat ini Anda sedang mencari produk PROBIOTIK maka mungkin anda tertarik dengan produk Kami.

Untuk PROBIOTIK kami mempunyai BIOBOOST yang merupakan PROBIOTIK yang sudah banyak dipakai oleh banyak peternak.

Sedangkan untuk PREBIOTIK silahkan mengambil dari bumi Indonesia yang kaya akan tumbuhan yang mengandung PREBIOTIK.
PROBIOTIK

Semoga Bermanfaat. @Andumberkah

Informasi & Konsultasi : SMS / WA 081233198971

Belanja BIOBOOST Online

Join Distributor BIOBOOST