Thursday, January 12, 2017

ASAM HUMAT DAN ASAM FULVAT

Bahan organik tanah merupakan hasil perombakan dan penyusunan yang dilakukan jasad renik. Bahan organik tanah terutama bersumber dari serasah tanaman, daun ranting, dan akar-akar tanaman yang telah mati.

Bahan ini apabila dibenamkan, akan segera dimanfaatkan oleh berbagai macam organisme tanah seperti cacing tanah dan mikroorganisme tanah seperti fungi, actinomycetes dan bakteri. Bahan organik merupakan bahan pemantap agregat tanah, memperbaiki struktur tanah, menambah kemampuan tanah untuk menahan air dan sumber energi bagi mikroorganisme (Hardjowigeno, 1986). Kemudian hasil hancuran bahan organik tersebut didekomposisi oleh mikroorganisme tanah sehingga terbentuk humus.

Humus merupakan campuran senyawa yang kompleks (tersusun oleh asam humat, asam fulfat, dan humin), mempunyai sifat agak/cukup resisten (tahan) terhadap perombakan jasad renik (mikroorganisme), bersifat amorf (tak mempunyai bentuk tertentu), berwarna coklat-hitam, bersifat koloid (<1 µm, bermuatan) dan berasal dari proses humifikasi bahan organik oleh mikroba tanah (Setiawan, 2009).

Menurut Kumada (1987) humus dibedakan menjadi dua kelompok yaitu (1) bahan non humat dan (2) bahan humat. Menurut Stevenson (1982), menggolongkan bahan humat ke dalam 3 kelompok yaitu (1) asam humat (AH), yaitu fraksi yang larut dalam basa tetapi tidak larut dalam asam; (2) asam fulvat (AF) yakni fraksi yang larut dalam basa dan asam; (3) humin tidak larut dalam alkali maupun asam.

Asam Humat

Asam humat memiliki 10.000-100.000 g/mol, asam humat dibentuk oleh polimerisasi asam fulvat melalui rantai ester, larut dalam basa tapi tidak larut dalam asam dan humin memiliki > 100.000 g/mol, berwarna coklat gelap, tidak larut dalam asam dan basa, dan sangat resisten akan serangan mikroba. Kandungan asam humat tanah yaitu C, H, N, O, S dan P serta unsur lain seperti Na, K, Mg, Mn, Fe dan Al. Asam humat mengandung 0,6 – 1,1 % S; 0,2 - 3,7 % P; 5,6 % Al dan Fe oksida; 0,05 - 0,15 % Na; 0,6 % kalium sulfat, magnesium dan sebagian kecil mangan.

Bersama dengan liat tanah, asam humat bertanggung jawab atas sejumlah aktivitas kimia dalam tanah. Asam humat dan liat terlibat dalam reaksi kompleks dan dapat mempengaruhi pertumbuhan tanaman secara langsung maupun tidak langsung. Secara tidak langsung, asam humat memperbaiki kesuburan tanah dengan mengubah kondisi fisik, kimia, dan biologi dalam tanah. Secara langsung asam humat merangsang pertumbuhan pertumbuhan tanaman melalui pengaruhnya terhadap metabolisme dan terhadap sejumlah proses fisiologi lainnya.

Pengaruh pada sifat fisik tanah yaitu : 

  • Senyawa humat mempunyai kemampuan arbsorpsi air sekitar 80 - 90%, sehingga pergerakan air secara vertikal (infiltrasi) semakin meningkat dibanding secara horizontal. 
  •  Senyawa humat berfungsi sebagai granulator atau memperbaiki struktur tanah. 
  •  Meningkatkan aerasi tanah akibat pembentukan agregat.

 Pengaruh pada sifat kimia tanah yaitu :
  • Meningkatkan kapasitas tukar kation (KTK). 
  •  Senyawa humat mampu mengikat logam berat (membentuk senyawa khelate) kemudian mengendapkannya sehingga mengurangi keracunan tanah. 
  •  Meningkatkan pH tanah akibat penggunaan pupuk kimia yang terus-menerus 
  •  Ikatan kompleks yang terjadi antara senyawa humat dengan Fe dan Al merupakan antisipasi terhadap ikatan yang terjadi antara unsur P dengan Al dan Fe, sehingga unsur P dapat terserap secara optimal oleh tanaman.
Pengaruh pada sifat biologi tanah yaitu :
  • Perbaikan sifat kimia dan fisik tanah menciptakan situasi yang kondusif untuk menstimulasi perkembangan mikroorganisme tanah. 
  •  Aktifitas mikroorganisme di tanah akan menghasilkan hormon-hormon pertumbuhan seperti auxin, sitokinin, dan giberilin.
Asam Fulvat

Asam fulvat mengandung struktur aromatik dan alifatik dan sebagian besar telah disubstitusi oleh oksigen yang mengandung gugus fungsional. asam fulvat memiliki 1000-5000 g/mol, berwarna terang, larut dalam seluruh daerah pH, dan sangat rentan terhadap serangan mikroba. Asam fulvat mengandung 45% C; 5,4% H; 2,1% N; 1,9% S; 44,8% O.

Asam fulvat merupakan salah satu hasil ekstraksi dari humus yang sangat potensial dikembangkan sebagai pupuk suplemen untuk memacu pertumbuhan tanaman. Asam fulvat dari bahan organik yang ditambahkan pada tanah mampu memperbaiki ketersediaan fosfat dengan menurunkan jerapan fosfat.

Asam fulvat ternyata berperan sangat nyata baik pada pelepasan P-terjerap maupun ketersediaan P yang lebih besar dibanding asam humat.

Ada beberapa Produk Asam Humat dan Fulfat yang telah beredar di pasaran, untuk Produk yang tepat Hubungi Kami.

Semoga Bermanfaat. @Andumberkah

Informasi & Konsultasi : SMS / WA 081233198971


Belanja BIOBOOST Online

Join Distributor BIOBOOST

Wednesday, January 11, 2017

BIOBOOST PEMBERSIH HAYATI


MANFAAT
  • Menghilangkan bau Septic Tank, WC, Got dan sumber bau lainnya.
  • Mengatasi Septic Tank / WC mampet atau penuh tanpa disedot.
  • Menjaga kualitas sumber air bersih dilingkungan.
  • Membunuh kuman penyebab Dysentery, Cholera, Typhus (Bakteri Salmonella, E-Colli dan lain-lain).
  • Mencegah penyumbatan saluran / selokan.
  • Pemakaian cukup 2 kali setahun atau 6 bulan sekali.
  • Menyerap logam berat dan gas beracun serta senyawa toksin yang berbahaya.
  • Mengganti produk kimia untuk perawatan toilet dan Septic Tank (Go Green..!)

CARA PEMAKAIAN
  • Masukkan 0,5 – 1 Liter K-Bioboost ke dalam closet dan siram dengan air secepatnya.
  • Aplikasi paling baik dilakukan pada malam hari (saat anggota keluarga istirahat tidur) atau pada saat WC tidak digunakan maksimal.
  • Tunggu beberapa menit maka formula akan mulai aktif dan isi Septic Tank rumah akan terkuras dalam waktu 1 minggu.
  • Ulangi setiap 6 bulan sekali untuk perawatan.
  • Aplikasi pada Sewage Treatment Plant (STP) pada property: 1 Liter K-Bioboost untuk 5 M3, seminggu sekali atau sesuai kebutuhan.
CATATAN
  • Dalam 1 Liter K-Bioboost terkandung 165 Genus, 3211 jenis Microorganisme dan untuk 1 tetes atau 1 ml terdapat 1 Milyar Microorganisme.
  • Setelah menggunakan K-Bioboost disarankan jangan atau kurangi bahan kimia untuk membersihkan closet.
  • Septic Tank yang tidak mempunyai saluran udara (tertutup) sebaiknya dibuatkan lubang udara dulu sebelum menggunakan K-Bioboost.


Semoga Bermanfaat. @Andumberkah

Informasi & Konsultasi : SMS / WA 081233198971


Belanja BIOBOOST Online

Join Distributor BIOBOOST


Tuesday, January 10, 2017

Pilih Mana..? Pupuk HAYATI atau ORGANIK


Saat saya terjun blusukan ke kelompok tani atau ke petani, masih banyak saya menemukan kerancuan pengertian yang difahami para petani antara pupuk hayati dengan pupuk organik. Padahal keduanya baik-baik saja. Sehat wal afiat dan tetap banyak yang memakai.

Namun, kalau saat ada yang menanyakan lebih lanjut mengenai perbedaan itu, barulah mereka memahami sepenuhnya bahwa pupuk hayati cair itu relatif hasil kerjanya lebih baik, lebih cepat, lebih produktif dan lebih memuaskan.

Mari kita bahas secara sederhana perbedaan mendasar antara pupuk organik dengan pupuk hayati.

1. Bahan baku. Pupuk organik itu bahan bakunya berasal dari tanaman, hewan atau keduanya yang dijadikan unsur hara bagi tanaman. Bentuknya bisa padat, bisa juga cair yang digunakan mensuplai bahan organik bagi tanaman.
Sedangkan pupuk hayati itu bahan bakunya bertumpu dari organisme-organisme pilihan yang menguntungkan dan bermanfaat bagi kesuburan lahan dan pertumbuhan tanaman, baik secara vegetatif maupun generatif karena mampu memperbaiki sifat fisik, kimia dan biologi tanah relatif lebih baik.Bentuknya tentu saja cair.

2. Teknologi. Untuk membuat pupuk organik, biasanya hanya dibutuhkan proses sederhana dan teknologi yang sederhana. Sementara itu, pupuk hayati adalah hasil rekayasa bioteknologi yang berguna bagi pertanian secara umum. Karenanya, sebagian kelompok ada yang menyebut pupuk hayati ini sebagai pupuk hayati organik atau pupuk bio-teknologi.

3. Kandungan. Pupuk organik ada yang dioplos dengan NPK (Nitrogen, Phospat dan Kalium) atau ada juga yang tidak dioplos. Kemudian saat diaplikasikan juga ada yang ditambahkan NPK saat bertanamnya.
Sementara itu pupuk hayati tidak mengandung NPK. Akan tetapi, NPK itu sendiri dibuat secara “pabrikasi” oleh mikroorganisme yang terkandung di dalamnya. Nitrogen itu ditarik dan ditambatkan dari udara, sementara N dan K-nya diuraikan mikroorganisme dari senyawa yang ada dalam tanah. Jadi NPK itu diproduksi sendiri oleh para mikroorganisme yang baik hati yang ada dalam pupuk hayati.

4. Peruntukan. Pupuk organik itu biasanya hanya untuk tanaman saja, dan semua tanaman yang ada diatas tanah. Sementara itu, pupuk hayati, selain bisa untuk tanaman pertanian dan perkebunan, juga bisa digunakan untuk peternakan dan perikanan.

Kalau begitu pilih yang mana..? Jelas saya pilih Pupuk Hayati. Tapi jangan percaya dulu, silahkan Anda Buktikan.

Salam Sukses @Andumberkah

Informasi & Konsultasi : SMS / WA 081233198971


Join Distributor BIOBOOST