Monday, October 3, 2016

APLIKASI BIOBOOST PADA SAWIT

Aplikasi pupuk hayati bioboost k-link pada tanaman sawit

Keuntungan Aplikasi K-Bioboost Untuk Sawit :
  • Hemat pupuk kimia, kompos dan kandang sampai dengan 50%.
  • Meningkatkan produksi TBS (Tandan Buah Segar).
  • Tandan buah relatif lebih besar.
  • Masa produktif tanaman menjadi lebih panjang.
 Aplikasi K-Bioboost Untuk Pembibitan :
  • Larutkan 1 liter K-Bioboost dengan air 50 s.d. 100 liter air.
  • Siramkan/semprotkan larutan K-Bioboost yang telah diencerkan pada kecambah tanaman saat umur 10 s.d. 15 hari  (1 liter K-Bioboost bisa digunakan untuk 250 pohon).
  • Selanjutnya lakukan pemupukan setiap bulan dengan dosis yang sama sampai usia 16 bulan.
  • Pupuk kimia bisa diberikan setelah 3-5 hari setelah K-Bioboost.
 Aplikasi K-Bioboost Saat Sawit Belum Menghasilkan :
  • Untuk 1 Ha dibutuhkan 2 ltr K-Bioboost setiap kali aplikasi (2 ltr dicampur 200 ltr air).
  • Buat 4 lubang (4 arah mata angin) disekitar pokok sawit dengan kedalaman 20 cm dan diameter 5 cm. Tujuannya agar mikroorganisme bisa langsung mendekati ujung akar di dalam tanah.
  • Campur 10 – 15 ml K-Bioboost (1 tutup) dengan 1 ltr air. Tuang pada setiap lubang 250 ml larutan K-Bioboost (1 liter untuk 4 lubang).
  • Jarak lubang dari batang sekitar 1/2 tajuk (1 tajuk adalah jarak dari batang ke ujung daun terluar) atau kurang lebih 1,5 m dari batang.
  • Ulangi setiap 3 bulan sekali.
Aplikasi K-Bioboost Saat Sawit Sudah Produktif (3-25 Bulan) :
  • Untuk 1 ha dibutuhkan 3 ltr K-Bioboost setiap kali aplikasi.
  • Buat 4 lubang (4 arah mata angin) dengan kedalaman 20 cm dan diameter 5 cm selanjutnya sama seperti di atas.
  • Ulangi setiap 4 bulan sekali.
 Pupuk Kimia :
  • Pupuk kimia tetap diberikan sebagaimana biasa, jadwal frekuensi dan dosis pemberian pupuk, sesuai dengan anjuran PPL setempat, hanya saja dosis dapat dikurangi s.d. 50% dan waktu pemberian diusahakan minimal berjarak 3 hari setelah pemberian K-Bioboost.

K-Bioboost diberikan setiap 10 hari sekali sampai dengan bibit berusia 16 bulan. Pada bulan ketiga bisa terlihat bibit yang dikembangkan dengan K-Bioboost akan tumbuh lebih cepat dan sehat.

Sedangkan untuk pohon sawit yang sudah tua, karena pemupukannya dilakukan 2 atau 3 bulan sekali, maka perubahannya akan terlihat secara bertahap. Jika
K-Bioboost diaplikasikan pada tanaman keras seperti sawit yang sudah berusia 10 tahun, maka efek dari penggunaannya akan bervariasi secara bertahap tergantung kelengkapan unsur hara yang ada dalam lahan tanah dan respon tanaman. Ada yang 7 hari sudah terlihat perbedaannya dari warna daun dan ada juga setelah 2 minggu hingga satu bulan baru terlihat. Akan tetapi, biasanya terjadi peningkatan buah tandan sekitar 20-30%.

Semoga Bermanfaat. @Andumberkah

Informasi & Konsultasi : SMS / WA 081233198971

Belanja BIOBOOST Online

Join Distributor BIOBOOST


Video Testimoni

APLIKASI BIOBOOST PADA PISANG

Aplikasi pupuk hayati bioboost k-link pada tanaman pisang


Keuntungan Aplikasi K-Bioboost :
  • Hemat pupuk kimia, kompos dan kandang sampai dengan 50%.
  • Pisang relatif lebih besar dan jumlah tandan bertambah.
  • Panen lebih cepat, peningkatan hasil signifikan.
Aplikasi K-Bioboost Saat Pembibitan :
  • Tiga hari sebelum pembibitan/penyemaian, berikan larutan pada media/lahan pembibitan/penyemaian.
  • Jika media tanam/lahan tanam dicampur dengan pupuk kimia atau pupuk kandang, maka pemakaian K-Bioboost harus ada selisih 3 hari dari pupuk kimia.
Aplikasi K-Bioboost saat penanaman dan pertumbuhan awal : 
  • Untuk persiapan penanaman. 
Lahan diolah, dibajak/dicangkul dan dibuat lubang pupuk yang diberi pupuk dasar secara merata (20 kg Urea dan 500 gr dolomit setiap lubang). Lalu biarkan selama sebulan. 
Tiga hari sebelum penanaman, semprotkan larutan K-Bioboost (2 liter dicampur dengan 200 liter air). Lalu diamkan selama tiga hari.
Penanaman, tiga hari setelah pemupukan K-Bioboost, tanam tunas dengan jarak sesuai anjuran PPL setempat. 
Pada saat tanaman umur 10 hari, semprotkan larutan K-Bioboost pada barisan tanaman. (1 liter K-Bioboost dicampur 100 liter air). 
Pada saat tanaman umur 25 hari, semprotkan larutan K-Bioboost pada sekitar batang (ujung akar). 1 liter K-Bioboost dicampur 100 liter air . 
Pada saat tanaman umur 40 hari, semprotkan larutan K-Bioboost pada sekitar batang (ujung akar). 1 liter K-Bioboost dicampur 100 liter air. 
Pada saat tanaman umur 55 hari, semprotkan K-Bioboost pada sekitar batang (ujung akar). 1 liter K-Bioboost dicampur 100 liter air . 
Pada saat tanaman umur 70 hari, semprotkan larutan K-Bioboost pada sekitar batang (tujuannya ke akar). 1 liter K-Bioboost dicampur 100 liter air .

Aplikasi saat Perawatan :
  • Pada tanaman induk (rumpun) yang sudah produktif, berikan K-Bioboost 4 bulan sekali, sebanyak 2 liter K-Bioboost dicampur 200 liter air untuk 1 hektar.
  • Atau 1 tutup K-Bioboost dicampur 1 liter air, untuk setiap pohon.

Catatan :
Pupuk kimia diberikan mengacu pada Petugas Penyuluh Lapangan (PPL) setempat, hanya saja dosisnya dikurangi 50% dan diberikan waktunya diatur 3 hari setelah K-Bioboost.

Semoga Bermanfaat. @Andumberkah

Informasi & Konsultasi : SMS / WA 081233198971

Belanja BIOBOOST Online

Join Distributor BIOBOOST

APLIKASI BIOBOOST PADA PEPAYA

Aplikasi pupuk hayati bioboost k-link pada tanaman pepaya


Pepaya bangkok bukan tanaman asli Indonesia. Jenis pepaya ini didatangkan dari Thailand sekitar tahun 70-an. Pepaya bangkok diunggulkan karena ukurannya paling besar dibanding jenis pepaya lainnya. Beratnya dapat mencapai 3,5 kg per buahnya. Selain ukuran, keunggulan lainnya ialah rasa dan ketahanan buah. Daging buahnya berwarna jingga kemerahan, rasanya manis segar dan teksturnya keras sehingga tahan dalam pengangkutan. Rongga buahnya kecil sehingga dagingnya tebal. Permukaan kulit buah kasar dan tidak rata.

Syarat Tumbuh
Tanaman pepaya dapat tumbuh di dataran rendah hingga ketinggian 1.000 m dpl. Tanaman ini lebih senang tumbuh di lokasi yang banyak hujan (cukup tersedia air), curah hujan 1000-2000 mm per tahun dan merata sepanjang tahun. Di daerah yang beriklim kering, musim hujannya 2-5 bulan, dan musim kemaraunya 6-8 bulan, tanaman pepaya masih mampu berbuah, asalkan kedalaman air tanahnya 50-150 cm. Tanah yang subur dengan porositas baik, mengandung kapur, dan ber-pH 6-7 paling disenangi oleh tanaman pepaya. Tanaman pepaya lebih menyukai daerah terbuka (tidak ternaungi) dan tidak tergenang air. Tanah yang berdrainase tidak baik menyebabkan tanaman mudah terserang penyakit akar.

Budidaya
Perbanyakan tanaman: Pepaya hanya diperbanyak dengan bijinya yang berwarna hitam. Biji yang berwarna putih dibuang karena bersifat abortus, yakni tidak mempunyai embrio dan mati sejak buah pentil. Biji diambil dari buah pepaya sempurna yang telah matang pohon. Untuk menghasilkan tanaman sempurna sebanyak banyaknya maka biji yang akan dibiakkan diambil dari bagian ujung buah pepaya yang telah matang pohon. Biji-biji dari bagian ujung buah akan menghasilkan tanaman sempurna antara 70-80%, sedangkan bagian pangkal menghasilkan tanaman sempurna antara 50—65%. Biji disemaikan dulu atau ditanam langsung. Budi daya tanaman Pepaya ditanam dari biji terpilih. Biji disemai di polibag kecil dan ditanam di kebun setelah berumur tiga bulan. Seleksi dilakukan saat tanaman mulai berbunga. Dalam seleksi ini dipilih tanaman yang hanya berbunga sempurna. Seleksi ini dapat dilakukan di kebun atau saat di pot. Lubang tanam dibuat berukuran 60 cm x 60 cm x 40 cm, kemudian diisi pupuk kandang yang telah matang sebanyak 20 kg/lubang. Jarak tanam dibuat 3 m x 3 m atau 13,5 m x 2 m.

Umumnya tanaman mulai berbunga setelah berumur tiga bulan. Bunga sempurna muncul setelah bunga ke-4. Cara penanaman lain yang biasa dilakukan petani adalah menanam biji pepaya langsung ke dalam lubang tanam, tiap lubang ditanam 3-5 biji. Setelah bibit berumur sekitar tiga bulan, biasanya bunga jantan mulai tumbuh. Setelah itu, dilakukan seleksi, yaitu membuang tanaman berbunga jantan. Tiap lubang disisakan satu bibit yang tumbuh kekar, sehat, dan berbunga sempurna. Bunga sempurna (dalam satu bunga ada putik dan benang sari fertil) biasanya baru muncul setelah bunga ke-4. Bibit yang tidak terpilih dibuang atau dipindahkan untuk sulaman pada lubang lain yang bijinya tidak tumbuh. Pemindahan bibit harus hati-hati, disertai tanah yang membungkus akar bibit. Kerusakan akar bibit mengakibatkan tanaman layu/mati.

Pemeliharaan
Pupuk buatan yang diberikan berupa NPK sebanyak 25-200 gr per tanaman, tergantung umurnya: Dosis pemupukan mulai dari 25 gr, kemudian meningkat dengan interval 25 gr per tanaman. Pupuk diberikan 3-4 bulan sekali. Tanaman mulai berbunga terus-menerus (tidak musiman), tetapi perlu pemberian air sekurang-kurangnya seminggu sekali bila kekeringan (musim kemarau). Perawatan selanjutnya, membersihkan gulma/alang-alang. Pembersihan kebun dengan cangkul atau traktor harus hati-hati, jangan sampai merusak akar.

Aplikasi K-Bioboost ke-1.
Pemberian K-Bioboost, 3 hari sebelum tanam, semprotkan larutan K-Bioboost pada lubang yang telah diberi pupuk kandang. Tahap ini dibutuhkan 2 liter K-Bioboost dicampur dengan 200 liter air untuk ukuran 1 hektar. Harus berjarak minimal 3 hari dari pupuk kandang.

Aplikasi K-Bioboost ke-2.
Pada saat umur 10 hari, semprotkan larutan K-Bioboost pada barisan tanaman. Pada tahap ini dibutuhkan 1 liter K-Bioboost dengan 100 liter air.

Aplikasi K-Bioboost ke-3.
Pada saat umur 20 hari, semprotkan larutan K-Bioboost pada lahan (sekitar pangkal batang). Pada tahap ini dibutuhkan 1 liter K-Bioboost dengan 100 liter air.

Aplikasi K-Bioboost ke-4.
Pada saat umur 30 hari, semprotkan larutan K-Bioboost pada lahan/sekitar pangkal batang.
Pada tahap ini dibutuhkan 1 liter K-Bioboost dengan 100 liter air.
Pada tahap selanjutnya berikan K-Bioboost 1 kali 2 bulan. Apabila waktunya bersamaan dengan pemberian pupuk kimia, berikan jarak kurang lebih 3-5 hari sesudah menggunakan K-Bioboost.

Hama dan Penyakit
Hama yang sering menyerang tanaman pepaya pada musim kemarau adalah tungau merah Tetranychus Kansawai dan kutu daun yang berwarna kuning Myzus Persicae. Kutu daun inilah yang menjadi vektor dan penyebar virus keriting (mosaik) yang ditakuti petani pepaya karena sukar diberantas. Penyakit yang biasa menyerang tanaman pada kondisi lembap dan suhu malam dingin adalah bercak buah Colletotrichum Gloeosporioides dan penyakit busuk akar Phytophthora Palmivora. Selain itu, penyakit lain yang sering menyerang tanaman pepaya adalah layu Bakteri Bacterium Papayae. Tanaman yang terserang bakteri layu akan menunjukkan gejala layu mendadak, tanpa ditandai dengan menguningnya daun. Buah yang masih muda tampak pucat dan getahnya encer sekali. Biasanya, buah yang masih muda berguguran. Penyakit busuk akar dan layu dapat dicegah dengan drainase kebun yang baik. Hama tungau merah dan kutu daun dapat diatasi dengan menyemprotkan Kelthane 0,2%.

Panen dan Pasca Panen
Buah pepaya di panen pada stadium mendekati matang pohon, yakni setelah buah menunjukkan garis-garis menguning.

Manfaat Pepaya Bangkok
Selain untuk konsumsi buah segar, buah pepaya matang dapat diolah menjadi saus pepaya. Buah yang setengah matang biasanya dibuat manisan, sedangkan buah muda disayur. Daunnya yang masih muda serta bunganya dibuat urap (lalap masak) dan buntil. Tanaman yang masih berdaun 3-5 helai dan buah muda dapat diambil getahnya untuk papain. Namun, batangnya tidak dapat dimanfaatkan untuk bahan bangunan. Papain digunakan untuk penyamak kulit serta melunakkan daging dan bahan kosmetik.

Semoga Bermanfaat. @Andumberkah
Informasi & Konsultasi : SMS / WA 081233198971